Review Interchange: Supernatural Noir

 ›  › Review Interchange: Supernatural Noir

Review

Review Interchange: Supernatural Noir

interchange-opening-singapore-international-film-festival-y21695-r7258ulimmd

Review Interchange: Supernatural Noir

Film ini dibuka oleh adegan di bar dengan seorang penyanyi transgender. Kamera lalu beralih pada penemuan mayat yang bergelantung dengan urat-urat yang keluar dari tubuh dan darah yang habis. Salah satu petunjuk yang ditinggalkan adalah potongan kaca yang serupa dengan negative film dan bulu dari burung enggang

Lalu ada fotografer forensik bernama Adam ( (Iedil Putra) yang sebenarnya memutuskan untuk pensiun dari profesinya karena trauma dengan adegan pembunuhan yang ia lihat. Adam lebih suka mengurung dirinya di apartemen dimana ia diam-diam mengamati kehidupan Iva (Prisia Nasution). Penyelidikan terhadap pembunuhan yang dikepalai oleh “Metro Polis” Detective Azman (Shaheizy Sam) berkesimpulan bahwa pembunuhan ini erat kaitannya dengan ritual ilmu hitam dari masyarakat Borneo. Kaca yang ditinggalkan dipercaya mampu mengambil jiwa seseorang.

Azman kembali menyeret Adam untuk turut serta memecahkan serangkaian pembunuhan dengan metode serupa. Lewat penelitian Adam, diketahui bahwa pecahan gelas tersebut merupakan peninggalan dari penjelajah Norwegia bernama Carl Lumholtz. Carl dalam ekspedisinya berjalan kaki di Borneo Kalimantan Tengah antara 1913 dan ’17 dan merekam kebiasaan orang Dayak asli, yang menganggap burung enggang sebagai totem.

Dari buku yang diterbitkan oleh Lumholtz, Adam melihat kemiripan yang mencolok antara korban dibunuh dan anggota suku Tingang menghilang. Salah satu wajah suku Tinggang mempunyai kemiripan dengan Iva. Konflik semakin menjadi dengan kemunculan Belian (Nicholas Saputra) yang tampil misterius dengan jaket hoodienya. Dari sini, Adam menggali lebih jauh mengenai apa yang sebenarnya terjadi.

Sutradarai Dain Iskandar Said dalam hal ini menggabungkan surealisme dan fantasi untuk menjelajahi alam menyeramkan dari ritual tradisional, sihir dan cerita rakyat masyarakat Asia Tenggara. Dain mencoba mengajak penonton untuk melihat perubahan yang diakibatkan teknologi melalui foto dan sejarah.

Secara garis besar, Interchange merupakan film yang mampu membuat penonton duduk sampai selesai. Namun, ada beberapa adegan yang dirasa cukup mengganggu seperti pertemuan Iva dan Adam yang terasa seperti sinetron. Pesan tentang menghilangkan sejarah dan kebudayaan karena modernisasi juga kurang tersampaikan. Untungnya, pemain-pemain dalam film ini mempunyai karakter yang kuat dengan Nicholas Saputra seperti biasa memberikan penampilan yang memuaskan. Oh ya, film ini juga sempat tampil di Toronto International Film Festival 2016 dan yang terbaru masuk dalam Kompetisi di Osaka Asian Film Festival 2017.

Review Interchange: Supernatural Noir Reviewed by on March 6, 2017 .

Review Interchange: Supernatural Noir Film ini dibuka oleh adegan di bar dengan seorang penyanyi transgender. Kamera lalu beralih pada penemuan mayat yang bergelantung dengan urat-urat yang keluar dari tubuh dan darah yang habis. Salah satu petunjuk yang ditinggalkan adalah potongan kaca yang serupa dengan negative film dan bulu dari burung enggang Lalu ada fotografer forensik

ABOUT AUTHOR /

LEAVE A REPLY

Your email address will not be published. Required fields are marked ( required )

About Us

To create interesting contents backed up with interesting photos

The Basics

Contact Us
Jobs